Setelah theme aktif, jangan langsung mengisi banyak artikel. Selesaikan pengaturan dasar terlebih dahulu agar identitas situs, SEO, gambar, menu, dan performa konsisten sejak awal.
Logo dan favicon
Gunakan Appearance → Customize → Site Identity. Untuk favicon, gambar 1:1 minimal 512×512 memberikan hasil yang baik pada browser modern.
Judul dan deskripsi situs
Judul situs harus singkat dan mudah dikenali. Tagline dapat menjelaskan topik utama website.
Judul: Plus UI WP
Tagline: Dokumentasi dan tutorial WordPress modern
Meta description
WordPress Core tidak menyediakan field meta description lengkap untuk semua jenis halaman. Gunakan plugin SEO bila ingin kontrol per artikel, Open Graph, Twitter Card, sitemap lanjutan, dan schema.
Featured image
Rasio aman untuk thumbnail artikel adalah 16:9. Contoh: 1280×720. Untuk carousel yang sangat lebar, gunakan crop yang tetap menempatkan subjek utama di area tengah.
Lazy loading
WordPress menambahkan loading="lazy" pada banyak gambar secara otomatis. Gambar LCP utama sebaiknya dimuat eager.
the_post_thumbnail('large', array(
'loading' => 'eager',
'fetchpriority' => 'high',
));
Struktur heading
- H1: judul artikel, otomatis dari theme.
- H2: bagian utama.
- H3: subbagian dari H2.
- H4: gunakan hanya bila struktur benar-benar memerlukan.
Excerpt
Isi excerpt singkat untuk kartu artikel. Jika dikosongkan, WordPress akan menghasilkan ringkasan dari konten.
Kategori dan tag
Kategori sebaiknya mewakili kelompok besar, sementara tag dipakai lebih spesifik. Jangan membuat kategori baru hanya untuk satu artikel bila tidak ada rencana menambah konten sejenis.
HTTPS
Pastikan URL WordPress Address dan Site Address menggunakan https://. Hindari mixed content dari gambar atau script lama.
robots.txt
WordPress menghasilkan robots.txt virtual bila tidak ada file fisik. Untuk kebutuhan khusus, filter output melalui hook atau gunakan plugin SEO.
add_filter('robots_txt', function ($output, $public) {
if ($public) {
$output .= "nSitemap: " . home_url('/wp-sitemap.xml') . "n";
}
return $output;
}, 10, 2);
Sitemap XML
WordPress Core menyediakan sitemap di:
https://example.com/wp-sitemap.xml
Plugin SEO dapat mengganti sistem sitemap tersebut bila membutuhkan konfigurasi lebih detail.
Custom CSS
Gunakan Additional CSS untuk perubahan kecil. Untuk perubahan besar, lebih baik memakai child theme agar update theme utama tidak menimpa kode Anda.
/* Contoh perubahan radius kartu */
.post-card{
border-radius:14px;
}
Custom JavaScript
Untuk script theme sendiri, enqueue melalui WordPress.
add_action('wp_enqueue_scripts', function () {
wp_enqueue_script(
'site-custom',
get_stylesheet_directory_uri() . '/custom.js',
array(),
'1.0.0',
true
);
});
Cache dan optimasi
- Aktifkan page cache dari hosting/plugin.
- Jangan pasang dua plugin cache dengan fungsi sama.
- Optimasi gambar.
- Kurangi font eksternal.
- Audit script analytics dan iklan.
- Uji setelah perubahan, bukan hanya sebelum plugin terpasang.
Checklist akhir
| Item | Status ideal |
|---|---|
| HTTPS | Aktif |
| Favicon | Sudah diganti |
| Permalink | Rapi |
| Featured image | 16:9 dan ringan |
| Sitemap | Dapat dibuka |
| Menu | Desktop + mobile benar |
| PageSpeed | Diuji setelah setup selesai |
Media Library
Gunakan nama file yang deskriptif sebelum upload, misalnya plus-ui-dark-mode.webp, bukan IMG_9382.jpg. Isi alt text berdasarkan isi gambar, bukan menumpuk keyword.
Ukuran gambar turunan
WordPress membuat thumbnail, medium, medium_large, dan large. Theme menggunakan ukuran yang sesuai konteks. Mengupload gambar 6000px untuk thumbnail kecil hanya menambah storage dan waktu proses.
Pengaturan Reading
Tentukan jumlah artikel per halaman dan apakah homepage menampilkan posting terbaru. Theme front page memiliki layout khusus, sehingga pengaturan harus diuji bersama template beranda.
Pengaturan Discussion
Atur moderasi komentar sejak awal. Situs yang baru diluncurkan sering menerima spam otomatis dalam beberapa hari pertama.
User dan role
Jangan memberikan role Administrator kepada penulis yang hanya membutuhkan akses membuat artikel. Gunakan Author/Editor sesuai tanggung jawab. Prinsip least privilege mengurangi risiko perubahan theme atau plugin tanpa sengaja.
Backup
Backup yang baik memiliki dua bagian: database dan file. Simpan minimal satu salinan di lokasi berbeda dari server website.
Security dasar
- Gunakan password unik.
- Aktifkan 2FA bila tersedia.
- Hapus plugin/theme tidak terpakai.
- Update WordPress, plugin, dan theme secara berkala.
- Batasi akun admin.
WP-Cron
Website dengan traffic rendah kadang menunda scheduled task. Untuk kebutuhan penting, server cron dapat memanggil wp-cron secara berkala. Jangan melakukan perubahan ini jika hosting sudah mengelolanya.
Database dan autoload
Terlalu banyak plugin dapat memenuhi opsi autoload. Theme Plus UI WP sendiri sebaiknya hanya menyimpan setting ringan. Audit plugin bila backend atau TTFB mulai lambat walaupun frontend CSS sudah optimal.
Search
Pencarian native WordPress mencocokkan konten dasar. Untuk situs dokumentasi besar, plugin search khusus dapat meningkatkan relevansi, tetapi selalu ukur dampak performanya.
404 dan redirect
Setelah mengubah slug artikel demo dari Inggris ke Indonesia, WordPress dapat menyimpan redirect canonical tertentu, tetapi untuk situs production sebaiknya kelola redirect lama secara eksplisit bila URL sudah pernah terindeks.
CDN
CDN berguna untuk pengunjung lintas negara, tetapi tidak wajib untuk semua website. Pastikan cache purge mudah dilakukan saat mengubah CSS/JS theme.
PageSpeed bukan satu-satunya tujuan
Skor 100 tidak berguna jika menu rusak atau artikel sulit dibaca. Prioritaskan pengalaman pengguna, stabilitas layout, waktu muat nyata, dan fungsi penting; kemudian optimalkan angka audit tanpa mengorbankan fitur.
